"
sebentar lagi Valentine, ngarep dapat coklat dari si dia... "
kira-kira
begitu lah mayoritas suara hati kaum muda-mudi saat ini, saya, dengan segala
kesadaran saya, dan dengan sekalumit pengetahuan yang baru saya miliki belum
berani "menghukumi" perihal memberi coklat atau sekedar ikut
berpartisipasi merayakan valentine, begitu banyak artikel yang membahas tentang
keharaman hal ini, terutama dari Ormas Islam.
selama
ini yang saya lakukan hanya sebatas "penganjuran mengabaikan
valentine", terutamakepada orang-orang terdekat saya, dan tentunya
"semampu saya", karena secara logika saya "kenapa menunjukkan
kasih sayang harus pada hari valentine? bukankan seharusnya setiap saat, atau
minimal setiap mempunyai waktu luang kita bisa menunjukkan kasih sayang?".
memang
tidak mudah mengabaikan suatu hal yang sudah umum dilakukan oleh banyak orang,
akan tetapi jika kita mau lebih teliti dan lebih selektif sebelum mengikuti hal
yang umum dilakukan banyak orang, Insyaallah kita bisa selamat dari kekeliruan,
karena tidak semua yang umum dilakukan orang itu baik.
dan
akhirnya tidak ada manusia yang tak luput dari kesalahan, akan tetapi jika kita
mau belajar, berpikir, dan berani menahan nafsu, Insyaallah kita bisa
meminimalisir kesalahan.
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ
بِاللهِ
Tidak ada komentar:
Posting Komentar