Minggu, 20 September 2015

Ibnu Taimiyah Menganjurkan Tahlilan

Sebelum membaca scand asli ini, pastikan anda tanya pada diri anda, apakah anda faham tentang ilmu bahasa arab? atau apakah anda hanya menterjemahkan scan kitab ini menggunakan kamus atau malah lewat google translate? ingatlah MEMBACA TEKS BAHASA ARAB TANPA HAROKAT BUKANLAH HAL YANG MUDAH DILAKUKAN.
Selamat membaca...

Gambar di atas adalah scand dari Kitab Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Taimiyah, Syaikhul Islam kaum Wahabi, juz 22 hal. 520:

“Ibn Taimiyah ditanya, tentang seseorang yang memprotes ahli dzikir (berjamaah) dengan berkata kepada mereka, “Dzikir kalian ini bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah”. Mereka memulai dan menutup dzikirnya dengan al-Qur’an, lalu mendoakan kaum Muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illaa billaah) dan shalawat kepada Nabi SAW.?” Lalu Ibn Taimiyah menjawab: “Berjamaah dalam berdzikir, mendengarkan al-Qur’an dan berdoa adalah amal shaleh, termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu. Dalam Shahih al-Bukhari, Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki banyak Malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka memanggil, “Silahkan sampaikan hajat kalian”, lanjutan hadits tersebut terdapat redaksi, “Kami menemukan mereka bertasbih dan bertahmid kepada-Mu”… Adapun memelihara rutinitas aurad (bacaan-bacaan wirid) seperti shalat, membaca al-Qur’an, berdzikir atau berdoa, setiap pagi dan sore serta pada sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan tradisi Rasulullah SAW dan hamba-hamba Allah yang saleh, zaman dulu dan sekarang.” (Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, juz 22, hal. 520).
Pernyataan Syaikh Ibn Taimiyah di atas memberikan beberapa kesimpulan:
  1. Bahwa dzikir berjamaah dengan komposisi bacaan yang beragam antara ayat al-Qur’an, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat dan lain-lain seperti yang terdapat dalam tradisi tahlilan adalah amal shaleh dan termasuk qurbah dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu.
  2. Dzikir bersama atau berjamaah dengan mengeraskan suara dan bacaan seragam seperti Tahlilan, tidaklah bid’ah, bahkan termasuk amal dan ibadah utama di setiap waktu.
Ini bukti bahwa ajaran Wahabi, dari waktu ke waktu semakin ekstrem. Amaliyah yang dibolehkan oleh guru-guru mereka, sekarang mereka bid’ahkan. Jika memang Wahabi mengikuti jejak Ibnu Taimiyah, harusnya mereka menggelar Tahlilan, bukan malah melarangnya.

untuk lebih jelasnya silahkan anda masuk di sini :

Hadiah Fatihah untuk Orang yang Meninggal Dunia


Salah seorang ulama Nusantara, Syekh al-‘Alamah Kiai Ali Ma’shum al-Jokjawi, dalam kitabnya “Hujjah Ahlussunnah wal Jama’ah” menyatakah bahwa menghibahkan pahala bacaan Al-Qur’an dan sedekah kepada orang yang sudah meninggal dunia adalah persoalan khilafiyah yang diperdebatkan di kalangan ulama. Demikian juga apakah pahala bacaan Al-Qur’an dan sedekah itu sampai kepada orang yang sudah meninggal dunia? Ini juga persoalan khlafiyah.
Namun Syekh Ali Ma’shum menjelaskan kepada kita bahwa pendapat ulama yang membolehkan hibah atau hadiah pahala bacaan Al-Qur’an dan sedekah kepada orang yang sudah meninggal dunia itu didasarkan atas dalil dalil yang kuat. Demikian juga pahala bacaan Al-Qur’an dan sedekah itu juga akan sampai kepada orang yang telah meninggal dunia.
Syekh Ali Ma’shum menukil penjelasan Ibnu Taimiyah, yang menyatakan bahwa “Sesungguhnya orang yang telah meninggal dunia mendapatkan manfaat dari bacaan al-Qur’an, sebagaimana manfaat yang diperolehnya dari ibadah maliyah (yang berkaitan dengan harta) seperti sedekah.
Penjelasan lain, Ibnu Qoyyum dalam kitab “Ar-Ruh” menyatakan bahwa hadiah yang paling utama diberikan kepada mayyit atau orang yang telah meninggal dunia adalah sedekah, bacaan istighfar dan doa, serta ibadah haji untuknya. Dinyatakan juga bahwa bacaan surat Al-Fatihah dan ayat-ayat Al-Qur’an yang dihadiahkan akan sampai pahalanya kepada orang yang sudah meninggal tersebut.
Membacakal Al-Qur’an kepada orang yang meninggal dunia adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Bahkan di dalam kitab Fathul Qadir yang menukil hadits riwayat Sahabat Ali karramallahu wajhah, Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ مَرَّ عَلَى الْمَقَابِرِ وَقَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ إِحْدَى عَشْرَةَ مَرَّةً ، ثُمَّ وَهْبَ أَجْرَهُ لِلأَمْوَاتِ أُعْطِيَ مِنَ الأَجْرِ بِعَدَدِ الأَمْوَاتِ
Barangsiapa melewati pemakaman kemudian ia membaca surat al-ikhlas sebanyak sebelas kali yang pahalanya dihibahkan kepada semua orang yang sudah meninggal dunia di pemakaman itu, maka ia akan mendapatkan pahala sebanyak jumlah orang yang dmakamkan di pemakaman itu.
Demikianlah penjelasan Syekh Ali Ma’shum secara panjang lebar. Beliau juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW dari Abu Huroiroh berikut ini.
مَنْ دَخَلَ الْمَقَابِرَ ثُمَّ قَرَأَ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَأَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ ثُمَّ قَالَ إِنِّي جَعَلْت ثَوَابَ مَا قَرَأْت مِنْ كَلَامِك لِأَهْلِ الْمَقَابِرِ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ كَانُوا شُفَعَاءَ لَهُ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى
Barangsiapa memasuki komplek pemakaman kemudian ia membaca surat al-Fatihah, lalu surat al-ikhlas, lalu surat at-takatsur, kemudian ia mengatakan bahwa saya memberikan pahala bacaan tersebut kepada para ahli kubur dari kalangan orang mukmin laki-laki dan perempuan, maka mereka semua para ahli kubur akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT.
Wallahu A'lam

Pendeta Syiah serukan para perempuan melacur


Pendeta Syiah menyerukan kepada para perempuan Syiah agar melakukan “jihad” kemaluan alias melacur. Hal ini tampak pada screen shoot akun twiter milik manusia Syiah. Pada akun itu terjadi komunikasi antara seorang perempuan dengan pendeta syiah perihal perilaku zina yang keji dan kotor (lihat foto di atas).
Mungkin sebagian orang akan terkejut dengan hal ini. Namun tidaklah aneh hal ini difatwakan oleh para pendeta Syiah, karena ajaran mereka yang sesat, kotor, senang dengan yang jorok dan cabul.
Padahal ajaran Islam telah melarang berzina, lewat firman Allah subahanahu wa Ta’ala, “Janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Sungguh perbuatan zina itu merupakan perbuatan yang kotor dan perilaku hidup yang sangat buruk” (Tarjamah Tafsiriyah Quran Surah Al Isra 17:32)
Agama Syiah menghalalkan perzinahan berkedok nikah mut’ah. Maka miriplah mereka dengan perilaku Bahimiyah yang melacur atas nama agama. Na’udzubillah min dzalik.
Pendeta Syiah yang menganjurkan mut’ah akan memikul semua dosa pengikut Syiah yang melakukannya atas anjurannya.
Sebelumnya, fatwa pendeta Syiah tentang perzinaan juga pernah diberitakan oleh situs lppimakassar.com pada Senin 27 Mei 2013. Fatwa pendeta Syiah halalnya sex party alias mut’ah bareng di kuil Syiah. Berikut ini kutipannya.
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (Ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.
Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya’qubi membenci mut’ah model ini.
Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut’ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.
Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.
(Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr)
Ttd Muqtada Ash-Shadr
23 Syawal 1426 H
Fatwa diatas mengingatkan kepada berita yang menyebutkan perkataan Vladimir Putin yang menyuruh warganya (para penganut kristen) untuk memperbanyak anak agar menandingi jumlah kaum Muslimin dengan cara berzina dengan siapa saja! Supaya banyak menghasilkan anak-anak zina dan dengan itu jumlah kaum Kristen bertambah.
Cara yang dipakai orang kafir ini ternyata dipakai juga oleh orang Syiah untuk menandingi jumlah kaum Muslimin yang jauh lebih banyak ketimbang jumlah pengikut sekte sesat Syiah. Melakukan Mut’ah (baca: zina) dimana-mana, bahkan dilakukan dengan berjamaah di tempat ibadahnya mereka, atau bahasa lainnya adalah sex party.
Jika kelak anak-anak hasil mut’ah tersebut lahir, besar kemungkinannya mereka hanya akan menjadi tentara-tentara yang akan membunuh dan menumpahkan darah kaum Muslimin, seperti yang saat ini terjadi di Suriah, dimana para tentara Syiah tersebut masing-masing berasal dari pasukan Alawiyin pemerintahan Bashar Assad, tentara Hizbullah Lebanon dan pasukan Iran.
(azm/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/08/18/pendeta-syiah-serukan-para-perempuan-melacur.html#sthash.uuGjJqxk.dpuf
Capture atau screen shoot komunikasi twiter perempuan syiah dan pendetanya. Intinya menyerukan para perempuan syiah untuk melacur. - See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/08/18/pendeta-syiah-serukan-para-perempuan-melacur.html#sthash.uuGjJqxk.dpuf
Pendeta Syiah menyerukan kepada para perempuan Syiah agar melakukan “jihad” kemaluan alias melacur. Hal ini tampak pada screen shoot akun twiter milik manusia Syiah. Pada akun itu terjadi komunikasi antara seorang perempuan dengan pendeta syiah perihal perilaku zina yang keji dan kotor (lihat foto di atas).
Mungkin sebagian orang akan terkejut dengan hal ini. Namun tidaklah aneh hal ini difatwakan oleh para pendeta Syiah, karena ajaran mereka yang sesat, kotor, senang dengan yang jorok dan cabul.
Padahal ajaran Islam telah melarang berzina, lewat firman Allah subahanahu wa Ta’ala, “Janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Sungguh perbuatan zina itu merupakan perbuatan yang kotor dan perilaku hidup yang sangat buruk” (Tarjamah Tafsiriyah Quran Surah Al Isra 17:32)
Agama Syiah menghalalkan perzinahan berkedok nikah mut’ah. Maka miriplah mereka dengan perilaku Bahimiyah yang melacur atas nama agama. Na’udzubillah min dzalik.
Pendeta Syiah yang menganjurkan mut’ah akan memikul semua dosa pengikut Syiah yang melakukannya atas anjurannya.
Sebelumnya, fatwa pendeta Syiah tentang perzinaan juga pernah diberitakan oleh situs lppimakassar.com pada Senin 27 Mei 2013. Fatwa pendeta Syiah halalnya sex party alias mut’ah bareng di kuil Syiah. Berikut ini kutipannya.
Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (Ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.
Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya’qubi membenci mut’ah model ini.
Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut’ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.
Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.
(Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr)
Ttd Muqtada Ash-Shadr
23 Syawal 1426 H
Fatwa diatas mengingatkan kepada berita yang menyebutkan perkataan Vladimir Putin yang menyuruh warganya (para penganut kristen) untuk memperbanyak anak agar menandingi jumlah kaum Muslimin dengan cara berzina dengan siapa saja! Supaya banyak menghasilkan anak-anak zina dan dengan itu jumlah kaum Kristen bertambah.
Cara yang dipakai orang kafir ini ternyata dipakai juga oleh orang Syiah untuk menandingi jumlah kaum Muslimin yang jauh lebih banyak ketimbang jumlah pengikut sekte sesat Syiah. Melakukan Mut’ah (baca: zina) dimana-mana, bahkan dilakukan dengan berjamaah di tempat ibadahnya mereka, atau bahasa lainnya adalah sex party.
Jika kelak anak-anak hasil mut’ah tersebut lahir, besar kemungkinannya mereka hanya akan menjadi tentara-tentara yang akan membunuh dan menumpahkan darah kaum Muslimin, seperti yang saat ini terjadi di Suriah, dimana para tentara Syiah tersebut masing-masing berasal dari pasukan Alawiyin pemerintahan Bashar Assad, tentara Hizbullah Lebanon dan pasukan Iran.
(azm/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/08/18/pendeta-syiah-serukan-para-perempuan-melacur.html#sthash.uuGjJqxk.dpuf

Pendeta Syiah menyerukan kepada para perempuan Syiah agar melakukan “jihad” kemaluan alias melacur. Hal ini tampak pada screen shoot akun twiter milik manusia Syiah. Pada akun itu terjadi komunikasi antara seorang perempuan dengan pendeta syiah perihal perilaku zina yang keji dan kotor (lihat foto di atas).

Mungkin sebagian orang akan terkejut dengan hal ini. Namun tidaklah aneh hal ini difatwakan oleh para pendeta Syiah, karena ajaran mereka yang sesat, kotor, senang dengan yang jorok dan cabul.

Padahal ajaran Islam telah melarang berzina, lewat firman Allah subahanahu wa Ta’ala, “Janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Sungguh perbuatan zina itu merupakan perbuatan yang kotor dan perilaku hidup yang sangat buruk” (Tarjamah Tafsiriyah Quran Surah Al Isra 17:32)

Agama Syiah menghalalkan perzinahan berkedok nikah mut’ah. Maka miriplah mereka dengan perilaku Bahimiyah yang melacur atas nama agama. Na’udzubillah min dzalik.

Pendeta Syiah yang menganjurkan mut’ah akan memikul semua dosa pengikut Syiah yang melakukannya atas anjurannya.

Sebelumnya, fatwa pendeta Syiah tentang perzinaan juga pernah diberitakan oleh situs lppimakassar.com pada Senin 27 Mei 2013. Fatwa pendeta Syiah halalnya sex party alias mut’ah bareng di kuil Syiah. Berikut ini kutipannya.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa nikah mut’ah adalah halal lagi berberkah dalam ajaran kita. Para Nawashib (Ahlussunnah) berusaha menanamkan keraguan dan mencegah kita untuk melakukan itu karena takutnya mereka akan bertambah banyaknya jumlah anak-anak sekte kita, yang dengannya jumlah kita bertambah dan kita menjadi kekuatan yang besar.
Karena itu, kami mengajak seluruh pengikut sekte kita agar tidak sedikitpun ragu dari segala hal yang berkaitan dengan mut’ah. Pelaksanaan acara-acara seperti ini juga termasuk perkara yang dibolehkan oleh marja’ kita yang agung dengan tetap mewaspadai masuknya seorang yang bukan kaum Muslimin atau orang-orang umum ke dalam acara-acara tersebut supaya tidak melihat aurat kaum Mukminat. Mungkin inilah juga sebabnya yang membuat Sayyid al-Ya’qubi membenci mut’ah model ini. 

Inilah, dan yang juga telah maklum bahwa mut’ah dengan salah seorang tentara Jaisyul Imam lebih banyak pahalanya dari selainnya karena dia telah mengorbankan darahnya demi sang Imam. Oleh karena itu, kami mengajak para Zainabiyyat agar tidak pelit (menyewakan kemaluannya) kepada mereka dimana Allah telah memberi karunia kepada Anda wahai para Mukminat berupa pemberian tubuh dan harta Anda (karena uang melacurnya dikembalikan kepada para tentara -penerj) untuk dinikmati dan dipergunakan oleh mereka.
Selain itu, kami mengharapkan saudari zainabiyyah untuk meminta izin pelaksanaan acara itu kepada salah satu perwakilan kami yang kapabel agar diawasi dan diperhatikan oleh para tentara tersebut. Wa Jazakumullahu Khaira Jaza’ al-Muhsinin.
(Cap Fatwa Muqtada Ash-Shadr)
Ttd Muqtada Ash-Shadr
23 Syawal 1426 H

Fatwa diatas mengingatkan kepada berita yang menyebutkan perkataan Vladimir Putin yang menyuruh warganya (para penganut kristen) untuk memperbanyak anak agar menandingi jumlah kaum Muslimin dengan cara berzina dengan siapa saja! Supaya banyak menghasilkan anak-anak zina dan dengan itu jumlah kaum Kristen bertambah.

Cara yang dipakai orang kafir ini ternyata dipakai juga oleh orang Syiah untuk menandingi jumlah kaum Muslimin yang jauh lebih banyak ketimbang jumlah pengikut sekte sesat Syiah. Melakukan Mut’ah (baca: zina) dimana-mana, bahkan dilakukan dengan berjamaah di tempat ibadahnya mereka, atau bahasa lainnya adalah sex party.

Jika kelak anak-anak hasil mut’ah tersebut lahir, besar kemungkinannya mereka hanya akan menjadi tentara-tentara yang akan membunuh dan menumpahkan darah kaum Muslimin, seperti yang saat ini terjadi di Suriah, dimana para tentara Syiah tersebut masing-masing berasal dari pasukan Alawiyin pemerintahan Bashar Assad, tentara Hizbullah Lebanon dan pasukan Iran.


- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/08/18/pendeta-syiah-serukan-para-perempuan-melacur.html#sthash.uuGjJqxk.dpuf

Capture atau screen shoot komunikasi twiter perempuan syiah dan pendetanya. Intinya menyerukan para perempuan syiah untuk melacur. - See more at: http://www.arrahmah.com/news/2014/08/18/pendeta-syiah-serukan-para-perempuan-melacur.html#sthash.uuGjJqxk.dpuf

Guru........


Suatu saat K.H. Ahmad Umar Abdul Manan (1916 – 1980), pengasuh Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan Solo, memanggil lurah pondok. “Aku minta dicatatkan nama-nama santri yang nakal ya! Dirangking ya. Paling atas ditulis nama santri ternakal, nakal sekali, nakal dan terakhir agak nakal.”
.
Lurah pondoknya girang bukan main. Karena sudah beragam cara diupayakan untuk mengingatkan santri-santri nakal itu. Tapi hasilnya nihil. Sepertinya mereka sudah beku hatinya.
.
Dengan penuh semangat, dijalankanlah perintah Kiai Umar tersebut. Nama-nama santri itu ditulis besar-besar dengan spidol. Ternakal fulan bin fulan asal dari daerah A. Nakal sekali fulan bin fulan dari daerah B sampai santri yang agak nakal. Setelah catatan selesai dibuat, kemudian diserahkan kepada Kiai.
.
Lurah pondok itu menanti seminggu, dua minggu, kok tidak ada tindakan apa-apa. Pikirnya dalam hati, “Kok santri-santri yang nakal masih tetap nakal ya. Kok tidak diusir atau dipanggil Kiai.”
.
Akhirnya lurah pondok itu memberanikan diri matur kepada Kiai Umar. “Maaf Kiai, santri-santri kok belum ada yang dihukum, ditakzir atau diusir?”
.
“Lho, santri yang mana?”
.
“Santri yang nakal-nakal. Kemarin panjenengan minta daftarnya.”
.
“Siapa yang mau mengusir? Karena mereka nakal itu dipondokkan, biar tidak nakal. Kalau disini nakal terus diusir, ya tetap nakal terus. Dimasukkan ke pesantren itu biar tidak nakal.”
.
“Kok anda memerintahkan mencatat santri-santri yang nakal itu?”
.
“Begini, kamu kan tahu tiap malam aku setelah sholat tahajud kan mendoakan santri-santri. Catatan itu saya bawa, kalau saya berdoa mereka itu saya khususkan. Tanya dululah kalau belum paham.”
.
* * *
Cerita ini pernah saya sampaikan di sebuah daerah di Jawa Tengah. Ada Kiai muda mengundang saya untuk mengisi ceramah di acara khataman quran di pesantrennya. Ada puluhan ribu orang yang hadir. Dalam kesempatan itu saya ceritakan kisah di atas. Saya suka menceritakan kisah ini, karena apa yang dilakukan Kiai Umar sesuai dengan yang dipesankan ayah saya, bahwa mengajar harus lahir batin. Saat saya sampaikan cerita ini, para hadirin tertawa semua. Hanya satu orang yang tidak tertawa. Kiai muda itu terlihat menunduk diam. Pikir saya, “Apa Kiai ini tidak paham yg saya sampaikan atau bagaimana? Kok tidak ada ekspresi apa-apa saat dengar cerita saya.”
.
Pada saat turun dari podium, saya dirangkul oleh kiai muda itu. Dia membisikkan sesuatu, “Masya Allah, alhamdulillah Gus, jenengan tidak menyebut nama. Sayalah daftar ternakalnya Kiai Umar.”
.
Kaget, heran dan kagum saya, dengan statusnya dulu sebagai santri ternakal, dia sekarang jadi kiai dengan ribuan santri.
.
Kisah di atas disampaikan oleh KH. Musthofa Bisri dalam haul KH. Umar Abdul Manan di Pondok Pesantren Al Muayyad Solo.
.
*******
Luar biasa. Kiai-kiai jaman dulu mendidik tidak hanya mengajar secara lisan saja. Tetapi juga dibarengi dengan laku tirakat dan doa. Bahkan, saat santrinya sudah pulang ke rumahpun masih diperhatikan dan didoakan. Dikunjungi, dipantau dan ditanyakan perkembangannya. Itulah rahasia keberkahan ilmu para alumnus pesantren.
.
Doa guru guru yang memang membimbing bukan guru yang hanya menggurui.


Copas From : https://www.facebook.com/groups/PutuSantriNH/permalink/858902897538900/

Kamis, 20 Februari 2014

Status FB pilihan bulan Januari - Maret 2011


batas akhir yang keberapa ya besok tgl 29. . . qrasa dah brkali2 q melewati btas akhir deh. . .

rejeqi iku minongko ombak, kadang gwede kadang cimplir, nek urung entok seng gwede cimplir2 lah seng penteng halal lan alhamdulillah

kalo di pikir jd pusing, gak dipikir juga bisa pusing, buat apa pusing mikirin yang bikin pusing, malah jadi pusing, mendingan gak usah mikir biar gak pusing

Akibat penundaan ya kocar kocar kayak ginie.... Ki py apeke....

Langkahku tak buat aq maju. . . . Mungkinkah aq salah jalan. . . ? Ya rabb pleace help my. . . .

Kemanakah aq yang dulu..... Kenapa sekali merasa ENAK membuatq KETAGIHAN untuk selalu ENAK-ENAKAN

Ya Allah. . . . . . Kuatkanlah aq. . . . . Tebalkanlah kesabaranq. . . . .
Sucikan diri, jernihkan hati tuk gapai ridlo Ilahi. . .

Kalau tak bisa jd orang jahat ya jangan coba2

Jangan ada lagi yang tersakiti

Senin, 10 Februari 2014

VALENTINE

" sebentar lagi Valentine, ngarep dapat coklat dari si dia... "
kira-kira begitu lah mayoritas suara hati kaum muda-mudi saat ini, saya, dengan segala kesadaran saya, dan dengan sekalumit pengetahuan yang baru saya miliki belum berani "menghukumi" perihal memberi coklat atau sekedar ikut berpartisipasi merayakan valentine, begitu banyak artikel yang membahas tentang keharaman hal ini, terutama dari Ormas Islam.

selama ini yang saya lakukan hanya sebatas "penganjuran mengabaikan valentine", terutamakepada orang-orang terdekat saya, dan tentunya "semampu saya", karena secara logika saya "kenapa menunjukkan kasih sayang harus pada hari valentine? bukankan seharusnya setiap saat, atau minimal setiap mempunyai waktu luang kita bisa menunjukkan kasih sayang?".

memang tidak mudah mengabaikan suatu hal yang sudah umum dilakukan oleh banyak orang, akan tetapi jika kita mau lebih teliti dan lebih selektif sebelum mengikuti hal yang umum dilakukan banyak orang, Insyaallah kita bisa selamat dari kekeliruan, karena tidak semua yang umum dilakukan orang itu baik.

dan akhirnya tidak ada manusia yang tak luput dari kesalahan, akan tetapi jika kita mau belajar, berpikir, dan berani menahan nafsu, Insyaallah kita bisa meminimalisir kesalahan.
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ

Rabu, 05 Februari 2014

peningkatan pemikiran

manusia itu unik dan istimewa,

mereka diciptakan memiliki beberapa potensi yang dapat terus berkembang, 

dari status facebook sejak aku mulai memilikinya bulan Januari 2010 sampai saat ini, aku melihat dan merasakan beberapa pola pikir dan sudut pandangku yang berubah ubah,

disisni aku mencoba mengumpulkan beberapa status yang aku buat sepanjang tahun 2010, meski itu tak cukup mewakili perubahan besar dalam diriku, tapi disitu terdapat beberapa status yang membuatku merasa geli dan ingin tertawa melihat pola pikir dan sudut pandangku saat itu,

sejujurnya tulisan ini aku maksudkan untuk melecut semangatku untuk terus bertambah dan berubah lebih baik, bukan bermaksud menggurui atau sebagainya.